Taman Hutan Raya Bung Hatta Destinasi Wisata Populer di Jalur Solok Padang

Taman Hutan Raya Bung Hatta Destinasi Wisata Populer di Jalur Solok Padang
Taman Hutan Raya Bung Hatta adalah kawasan cagar alam di Sumatera Barat yang terletak di pinggir jalan raya yang menghubungkan Kota Padang dengan Kota Solok atau yang lebih di kenal dengan jalur sitinjau laut. Selain lokasinya yang strategis, taman hutan ini kondisi alamnya masih sangat sejuk dan asli membuat siapapun yang ada di sana ingin berdiam diri menikmati suasananya. 

Selain sebagai tempat rekreasi Taman Hutan Raya Bung Hatta berfungsi sebagai perlindungan, tempat konservasi, melestarikan flora dan fauna, sebagai tempat/sarana pendidikan, serta penelitian. Di sekitar lokasi Tahura Bung Hatta terdapat lapangan dengan monument patung Bung Hatta. Deretan pohon pinus dan sejuknya angin sepoi-sepoi membuat pikiran lebih tenang dan damai. Selain itu, di kawasan ini terdapat wahana, seperti: outbond, taman kelinci, paint ball, dan lainnya. 

Sejarah Munculnya Tahura Bung Hatta
Sebelumnya kawasan Tahura Bung Hatta adalah Kebun Raya Setia Mulya yang diresmikan oleh Wakil Presiden RI pertama, Dr. Mohammad Hatta, tepatnya tahun 1955. Saat itu kawasan hutan dikelola oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Alam atau sekarang yang kita kenal dengan LIPI.

Pada tahun 1961, pengelola dan tanggung jawab kawasan Tahura Setia Mulya diserahkan kepada Pemda tingkat I, Sumatera Barat. Lalu pada tahun 1981, Kebun Raya Setia Mulya diganti pengelolanya, yaitu diserahkan kepada Universitas Andalas. Tahun 1986, Umar Wirahadikusmah yang pada waktu itu menjabat sebagai wakil Presiden RI, mengubah nama menjadi Taman Hutan Raya Dr. Mohammad Hatta dan pengelolaannya diserahkan kepada departemen kehutanan. Selain itu kawasan ini ditambah menjdi 70.000 hektare lebih.

Pada tahun 1991 pengelolaan Tahura di serahkan kepada Pemda (Pemerintah Daerah) tingkat II. Saat ini kawasan hutan raya sedang dibenahi dan dikembangkan menjadi destinasi wisata alam dengan fasilitas lainnya. 

Geografi Tahura Bung Hatta
Kawasan yang memiliki luas 70 ribu hektare ini memiliki konfigurasi bentang alam yang bergelombang ringan, agak terjal, curam dengan bukit-bukit yang memiliki ketinggian 300 – 200 meter di atas permukaan laut. Di Tahura Bung Hatta mengalir 14 sungai, beberapa di antaranya bermuara ke kota Padang, yaitu Sungai Batang Air Dingin, Batang Kuranji, dan Batang Arau. 

Di kawasan Tahura Bung Hatta banyak ditumbuhi berbagai macam jenis tumbuhan tropis jumlahnya mencapai 352 buah. Selain itu di kawasan hutan raya Bung Hatta dihuni oleh 170 binatang khas Sumatera. Kondisi tersebut, menjadikan kawasan tahura Bung Hatta sebagai tempat konservasi, penelitian, dan pengamatan flora dan fauna.

Lokasi Menuju Tahura Bung Hatta
Bagian sisi utara kawasan Hutan dibatasi Sungai Lubuak Paraku. Sisi bagian barat dibatasi sungai Baliang dan Bukit Karang, sedangkan sisi sebelah timur kawasan ini dibatasi Panorama II. Untuk lebih jelasnya berikut adalah jarak tempuh menuju hutan raya.

•    Dari kota Padang, jarak tempuhnya = kurang lebih 20 Km.
•    Dari Solok, jarak tempuhnya = kurang lebih 30 Km.
•    Dari Danau Atas dan Danau Bawah, jarak tempuhnya = kurang lebih 30 Km.
•    Dari Singkarak atau Danau Singkarak, jarak tempuhnya = kurang lebih 45 Km.
•    Dari Bandara Udara Minangkabau, jarak tempuhnya = kurang lebih 50 Km.
•    Sedangkan dari Bukit tinggi, jarak tempuhnya = 100 Km.

Menuju ke lokasi Taman Hutan Raya Bung Hatta relatif mudah dengan sarana jalan yang sudah memadai karena kawasan ini berada di pinggir jalur menuju kota Solok. Jadi, jika ingin mengunjungi kawasan ini bisa menggunakan transfortasi Padang – Solok.

GALERI PHOTO

GALERI PHOTO KONSUMEN KAMI
 
Copyright © 2015 - 2017 Pelangi Holiday Travel Services. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.