Museum Buya Hamka Kenali Lebih Dekat Sosok Sejarahwan Dan Sastrawan Handal

Mengenal lebih dekat sosok Buya Hamka, melalui Museum Buya Hamka. Mulai kesehariannya, kiprahnya di dunia politik, hingga disegani dan dihargai

Museum Buya Hamka Salah Satu Destinasi Wisata Sejarah

buya hamka sang sejarahwan

Siapa yang tak kenal Buya Hamka, seorang politikus kebanggaan Indonesia yang juga terkenal sebagai sejarawan, dan sastrawan handal. Banyak karyanya yang tidak hanya diakui nasional, namun juga diakui oleh dunia. Jika Anda penasaran ingin mengenal lebih dekat sosoknya, silakan datang ke Museum Buya Hamka. Disana Anda akan menyadari bahwa untuk menjadi hebat butuh perjuangan dan kemampuan berfikir yang luar biasa.

Museum yang terletak di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Sumatera Barat ini mulai difungsikan tahun 2001. Sebelumnya hanya berupa rumah peninggalan nenek Buya Hamka dan merupakan tempatnya lahir dan dibesarkannya Buya Hamka di lingkungan keluarga yang sangat Islami.

Museum Buya Hamka Saksi Bisu Perjalanan Hidupnya
Kalau dilihat sepintas, rumah yang dipugar kembali sebelum jadi museum Buya Hamka ini hampir sama dengan rumah gadang Minang Kabau pada umumnya. Berupa rumah panggung yang tingginya 5 meter dari tanah. Tapi siapa sangka, di dalamnya terdapat banyak benda sejarah perjalanan seorang Nasionalis ternama Indonesia.

museum buya hamkan di maninjau agam
• Masa Kanak Hingga Tamat Sekolah.
Di museum ini ada sebuah ruang yang didalamnya terdapat tempat tidur bertirai putih. Disinilah Buya Hamka yang nama aslinya Haji Abdul Malik Karim Abdullah dilahirkan. Masa kecilnya juga dihabiskan di rumah ini, hingga saat berusia 16 tahun, Buya Hamka memutuskan hijrah ke Jawa untuk memperdalam ilmu agamanya. Sangat heroik, karena di samping tempat tidur juga terdapat saksi bisu kepintaran seorang politikus yang disegani dunia ini, diantaranya toga wisuda gelar kebangsawanan dari Malaysia, serta koper yang dahulu digunakan Buya Hamka saat pertama kali naik haji.

• Masa Jaya Buya Hamka.
Saat memasuki ruang tamu, Anda akan disuguhi berbagai koleksi judul buku hasil karyanya. Sebut saja “tenggelamnya kapal Van Der Wijck”, “Merantau ke Deli” sampai tafsir Al-Azhar yang merupakan karya terbesar Buya Hamka. Semua tersusun rapi dalam sebuah rak buku ditemani dua kursi yang dulu sering dipakainya untuk mencari inspirasi untuk penulisan buku, jika berkesempatan mudik ke kampung halaman.

• Penghargaan Untuk Buya Hamka.
Hingga saat ini belum ada yang bisa menggantikan kehebatan Buya Hamka. Karena bukan hanya cemerlang otaknya sebagai negosiator Indonesia Belanda, namun juga ilmunya banyak dijadikan landasan dalam mengambil kebijakan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Tak salah jika, di salah satu ruangan Museum Buya Hamka, Anda akan menemukan deretan penghargaan untuknya, juga berbagai ucapan terima kasih atas sumbangsih pria yang lahir tanggal 17 Februari 1908 ini.

Terakhir, Anda juga akan melihat perjalanan hidup Buya Hamka melalui deretan foto dari masa kecil, remaja, dewasa, sampai akhirnya meninggal dunia pada tahun 1981. Semuanya akan terekam jelas dalam benak Anda saat mengunjungi Museum Buya Hamka. Karena bukan hanya sekadar museum, namun merupakan sumber sejarah dan inspirasi bagi Anda untuk bisa menjadi seperti dia.

GALERI PHOTO

GALERI PHOTO KONSUMEN KAMI
 
Copyright © 2015 - 2017 Pelangi Holiday Travel Services. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.