Istana Pagaruyung Batusangkar Rumah Gadang Sumatera Barat

BKI GROUP SAAT MENGUNJUNGI ISTANA PAGARUYUNG
BKI GROUP SAAT MENGUNJUNGI ISTANA PAGARUYUNG
Istana Pagaruyung adalah masterpiece akan keindahan Rumah Gadang. Banyak nilai historis yang bisa Anda pelajari sekaligus berwisata.

Istana Pagaruyung Seperti Lahir Kembali 
Anda menghitung jumlah banyaknya piring di rumah-rumah makan Nasi Padang? Banyak sekali bukan. Tapi jumlah kerajaan di bumi khatulistiwa Indonesia ini jauh lebih banyak dari itu. Sumatera Barat luar biasa menyebut dirinya sebagai Minangkabau. Sumatera Barat juga sangat identik dengan Rumah Gadang  dengan julangannya yang tinggi di setiap sudut-sudutnya. Rumah Gadang sudah diakui sebagai ikon destinasi wisata di Sumatera Barat. Rumah Gadang dapat jumpai di seluruh sudut Provinsi Sumatera Barat. Istana Pagaruyung adalah rumah gadang palih besar.

Letak Istana Pagaruyung
Perlu diketahui, Rumah Besar atau Rumah Gadang ini adalah sebagai simbol dari kelompok etnis Melayu, Minangkabau. Kelompak ini pernah berkuasa di Sumatera Barat. Rumah Gadang yang terbaik dapat dilihat pada Istana Pagaruyung, Tanjung Emas, Tanah Datar Batusangkar, Sumatera Barat. Sebanrnya Istana ini pernah terbakar pada tahun 2007 silam, namun sudah rampung dibangun kembali sama cantiknya sama baiknya.

Istana Pagaruyung dibuat bertingkat 3 dengan 11 gonjong (puncak atap) dengan tinggi 60 m. Atap tersebut terbuat dari ijuk. Dinding Istana dipenuhi ukiran-ukiran khas Minangkabau, termasuk rumah tabuah dan rangkiang patah sambilan.

Pagaruyung berarti nama salah satu Kerajaan Minangkabau. Wilayah kekuasaan Pagaruyung adalah wilayah dimana budaya Minangkabaunya banyak berkembang. Letak Pagaruyung berada di Tanah Datar Batusangkar Sumatera Barat. Lebih tepatnya adalah 100 kilometer di pedalaman dari Kota Padang. Ini berarti ada di dekat Danau Singkarak terkanal dengan keindahannya.

Menemukan Jejak Sejarah Istana Pagaruyung, Mencintai Nusantara
Kerajaan Pagaruyung memang sengaja membangun Istana di Bukit Batu Patah. Tempat ini dahulu sering disebut dengan nama Istana Si Linduang Bulan. Hingga kini, keturunan raja-raja masih lestari dan hidup.mMereka masih siap sedia melindungi nilai, tradisi, dan artefak sejarah Pagaruyung.

Sebenarnya Istana Pagaruyung pernah hampir rata dengan tanah karena badai, petir, dan kebakaran pada tanggal 27 Februari 2007 lalu. Ini berawal dari angin tropis Monsoon menghantam. Angin kencang dan petir menyambar membuat api begitu hebat membakar istana.

Atas penuturan saksi, seketika Istana Pagaruyung Batusangkar terbakar. Besarnya api membuat tak seorang pun berani menyelamatkan istana bahkan pihak pemadam kebakaran sekalipun. Tak hanya istana. Lumbung padi yang berjarak 80 meter pun turut terlalap api. Salah satu rekonstruksi sebelum kebakaran pernah dilakukan pernah dilakukan oleh Harun Zain, Gubernur Sumatera Barat, pada Desember 1974. 

Mempelajari sejarah Pagaruyung bisa dibaca dari buku yang pernah ditulis oleh Tome Pires. Ia adalah seorang penulis Portugis asli Lisbon. Pires bekerja adalah pembantu dari Afonso de Albuquerque, putra Raja Portugal. Catatannya begitu komprehensif berbicara tentang pulau Sumatera, Jawa, dan Maluku masa abad ke-16.

Secara pribadi, ia mengunjungi tempat-tempat bersejarah. Dalam buku Suma Oriental, ia salah satunya menjelaskan tentang wilayah luas Pagaruyung. Wilayah itu meliputi:

  • Pesisir timur Sumatera 
  • Jambi
  • Pantai barat Barus
  • Tiku
  • Pariaman
  • Indragiri
  • Siak
  • Arcat
  • dan Kuantan

Istana menarik tersebut sangat mudah aksesnya dari Kota Solok, Bukittinggi, atau Padang Panjang. Lokasinya berada di dekat jalan sehinga sangat mudah dijangkau bahkan Istana Pagaruyung sudah bisa terlihat dari jarak jauh.

GALERI PHOTO

GALERI PHOTO KONSUMEN KAMI
 
Copyright © 2015 - 2017 Pelangi Holiday Travel Services. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.