Lukah Gilo Kesenian Tradisional Sumbar

 Lukah Gilo Kesenian Tradisional Sumbar
Lukah gilo merupakan kesenian tradisional Sumbar, dimana permainannya hampir mirip dengan jalangkung yang dikendalikan oleh seorang pawang.

Mengenal Kesenian Lukah Gilo
Ada begitu banyak tradisi dan kesenian yang dapat dipelajari dari negeri Indonesia. Salah satu yang kesenian unik adalah lukah gilo. Kesenian tersebut berasal dari Padang Panjang. Tentu saja semua masyarakat Minang sudah mengenal kesenian tersebut. Pada dasarnya, kesenian tersebut berupa kontrol atau pengendalian bubu (alat penangkap ikan). Pada masyarakat Minang, alat tersebut diberi nama Lukah. Yang unik adalah mengenai bagaimana Lukah tersebut dapat menari dan bergerak sendiri setelah diberi mantra. Tentu saja hal ini amat menarik perhatian para wisatawan, baik lokal maupun asing.

Konsep Jalangkung
Kesenian lukah gilo dapat dikatakan amat mirip dengan jalangkung. Terkadang ketika dipegang, Lukah akan melompat dan juga menari tanpa digerakkan oleh seseorang. Pergerakan dari Lukah tersebut biasanya sesuai dengan mantra yang diberikan sang pawang. Kesenian tersebut sering ditampilkan bukan hanya untuk melestarikan kebudayaan itu sendiri akan tetapi juga untuk menguji ketangkasan dari anak-anak dan masyarakat Minang dalam mengontrol Lukah yang sudah diberi mantra. Bila dibandingkan dengan aktifitas permainan jalangkung, Lukah Gilo lebih berfokus pada kesenian.

Lokasi Penampilan Lukah Gilo
Mereka yang ingin menikmati kesenian lukah gilo, tentu saja harus mengenal dan paham terlebih dahulu mengenai lokasi dimana sering diadakan kesenian tersebut. Memang benar kesenian tersebut diselenggarakan tidak hanya pada Padang Panjang saja namun juga bermacam daerah lain di Sumatera Barat. Namun yang paling umum adalah pada Kabupaten Tanah Datar. Daerah tersebut setidaknya harus ditempuh dengan waktu 60 menit perjalanan. Jaraknya adalah 38 kilometer dari Padang Panjang. Akan lebih mudah bila dikunjungi dengan menggunakan kendaraan pribadi atau mobil sewa padang .

Masyarakat Minang tentu saja sudah terbiasa untuk melakukan aktifitas tersebut. Yang menjadi pertanyaan adalah mengenai bagaimana seorang pengunjung bisa terlibat secara langsung dan bahkan belajar mantra dari sang pawang. Biasanya para wisatawan akan disertakan dalam mengontrol Lukah yang sudah diberi mantra. Ada yang merasa takut dan ada yang merasa tertantang. Namun dalam menikmati kesenian lukah gilo, tentu saja yang harus diperhatikan adalah mengenai unsur kesenian dan juga kebudayaan itu sendiri. “By.Rusdi Chaprian”

GALERI PHOTO

GALERI PHOTO KONSUMEN KAMI
 
Copyright © 2015 - 2017 Pelangi Holiday Travel Services. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.