Monumen Pdri Koto Tinggi Payakumbuh

Monumen PDRI Koto Tinggi Payakumbuh
Tugu Monumen paderi Koto Tinggi Payakumbuh adalah lambang perjuangan dari rakyat Payakumbuh dalam melawan penjajahan yang disebut Agresi militer Belanda II
Tugu Monumen PDRI Koto Tinggi Payakumbuh

Peninggalan sejarah dapat berupa banyak hal. Salah satunya adalah berupa bangunan. Ambil saja contoh dari Tugu paderi Koto Tinggi Payakumbuh. Yang menjadikan tugu tersebut spesial adalah mengenai fungsinya. Tugu tersebut difungsikan sebagai lambang dari perjuangan para tokoh pahlawan yang pernah berjuang untuk mempertahankan keutuhan NKRI, terutama dari agresi militer Belanda yang kedua. Ada sedikit pengetahuan sejarah yang perlu dipelajari, yang berkaitan dengan tugu tersebut. Pastinya semua orang perlu mempelajari secara menyeluruh mengenai sejarahnya. Tujuannya untuk mengenal lebih jauh monumen tugu tersebut, terutama untuk orang Minang.

Agresi Militer Belanda II
Tentu saja bila yang dibahas disini adalah mengenai Tugu pdri koto tinggi payakumbuh, sejarah yang berkaitan adalah mengenai agresi militer Belanda II. Awalnya agresi tersebut bermula di Kota Yogyakarta pada tahun 1948. Namun semua merebak ke Bukittinggi sebagai pusat pemerintahan darurat. Disana perlawanan masyarakat lokal terhadap penjajah amat intens sehingga menjadi salah satu peristiwa yang tak boleh dilupakan. Salah satu wujud apresiasinya adalah dengan pembangunan Tugu PDRI. Dari nilai sejarah, tugu tersebut dapat dijadikan simbol perjuangan

Pembangunan Tugu PDRI Koto Tinggi Payakumbuh
Pada pembangunan Tugu pdri koto tinggi payakumbuh, dapat dipastikan bahwa peletakkan batu pertama akan diselenggarakan pada kawasan Koto Tinggi. PDRI sendiri memiliki kepanjangan yaitu Monumen Pemerintahan Darurat Republik Indonesia. Pembangunan tugu tersebut berada pada sebuah komplek yang mana juga terdapat beberapa bangunan lain yaitu masjid, museum, kampus, dan bangunan-bangunan lain. Proses dari pembangunan memiliki jangka waktu 3 hingga 4 tahun. Muslim Kasim sebagai wakil Gubernur dari Sumatera Barat juga sudah mengkonfirmasi hal tersebut.

Sedangkan untuk anggaran pembangunan dan pembuatan tugu PDRI, dana yang digunakan sekitar 200 miliar lebih. Penggunaan anggaran diperoleh baik itu dari APBD maupun APBN. Memang belum pasti seberapa banyak anggaran yang diperlukan. Akan tetapi sudah dapat dipastikan bahwa tujuan pembangunan tugu PDRI adalah untuk mengenang jasa pahlawan dalam berjuang melawan Belanda di Bukit Tinggi. Dengan adanya tugu tersebut, diharapkan pemerintah lokal dapat mengambil manfaat dari peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung. Bersambung>>>

GALERI PHOTO

GALERI PHOTO KONSUMEN KAMI
 
Copyright © 2015 - 2017 Pelangi Holiday Travel Services. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.