Jam Gadang Bukittinggi Masa Sekarang

Jam Gadang Bukittinggi Masa Sekarang
Jam gadang dimasa sekarang memiliki kondisi yang amat berbeda dari masa lalu. Nanti akan dibahas mengenai fungsi dari jam gadang tersebut serta perkembangannya hingga sekarang ini.

Menilik Kondisi Jam Gadang di Masa Sekarang

Banyak sekali yang bertanya-tanya mengenai kondisi Jam gadang di masa sekarang. Masyarakat Indonesia masih selalu berpikir mengenai kelebihan dari Jam Gadang untuk dijadikan sebagai representasi dari tempat wisata pada kawasan Sumatera Barat. Jam ini memiliki nama lain yaitu menara jam. Letak dari jam tersebut adalah pada kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Yang menjadikan jam tersebut spesial adalah mengenai ukuran yang besar pada keempat sisinya. Karena itulah dinamakan sebagai Jam Gadang. Pada bahasa Minangkabau, jam tersebut memiliki arti “jam besar”.

Fungsi Jam Gadang di Masa Sekarang dari Dulu

Jam tersebut selain digunakan sebagai sebuah pusat penanda pada kota Bukittinggi, jam tersebut juga sering dijadikan sebagai sebuah obyek wisata bagi para pengunjung. Alasannya adalah sudah dibangunnya dan diperluasnya taman pada kawasan Jam gadang di masa sekarang. Pada taman tersebut, para pengunjung menggunakannya sebagai tempat interaksi dan istirahat pada hari libur, dan bahkan hari kerja. Biasanya, pada kawasan taman tersebut juga sering diselenggarakan banyak acara-acara yang bersifat umum dan tradisional. Para wisatawan benar-benar dapat menikmati pemandangan yang indah dari sana.

Perkembangan Jam Gadang di Masa Sekarang

Jam Gadang tersebut pada awalnya dibangun pada tahun 1926. Pembangunan dari dulu hingga Jam gadang di masa sekarang ditujukan sebagai hadiah yang diberikan Ratu Belanda pada Rook Maker. Arsitektur dari jam tersebut bernama Yazid Rajo Mangkuto. Biaya pembangunan jam Gadang tersebut dulunya menghabiskan biaya sebesar 3000 Gulden. Semenjak pertama kali didirikan, jam tersebut tekah mengalami bermacam perubahan, terutama dari bentuk atapnya. Pada awalnya, atap berbentuk bulat dan memiliki patung ayam jantan diatasnya. Pada masa penjajahan Jepang, atap menjadi Pagoda.

Sekarang ini setelah Indonesia merdeka, bentuk atap menjadi gonjong atau menyerupai atap pada rumah adat Minangkabau. Memang tujuannya mungkin untuk menyesuaikan dengan budaya Jam gadang di masa sekarang. Sedangkan untuk renovasi yang terakhir, BPPI melakukan perombakan dengan tujuan melestarikan bangunan peninggalan sejarah. Renovasi dilakukan tepat pada ulangtahun kota Bukittinggi yang ke 262. Sekarang ini, Jam Gadang lebih ditujukan untuk fungsi kawasan wisata bagi pengunjung. By.Rusdi Chaprian

GALERI PHOTO

GALERI PHOTO KONSUMEN KAMI
 
Copyright © 2015 - 2017 Pelangi Holiday Travel Services. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.