Objek Wisata Lubang Mbah Soero-Sawahlunto dan Sejarah Orang Rantai

Gerbang masuk ke lubang mbah soero sawahlunto
Gerbang Lubang Mbah Soero
Lubang Mbah Soero adalah obyek wisata  sejarah yang ada di kota Sawahlunto Sumatera Barat.
Lubang Mbah Soero: bukti sejarah kekejaman penjajah
Jika Anda sedang berkunjung ke propinsi Sumatera Barat dan menyukai wisata sejarah, maka Anda bisa singgah di tempat wisata sejarah Lubang Mbah Soero di kota Sawahlunto. Lubang ini adalah bekas pertambangan batubara yang terletak di Tangsi Baru Kelurahan Tanah Lapang Kecamatan Lembah Segar dengan panjang sekitar 1,5 km di bawah kota Sawahlunto.
Patung Orang Rantai
Photo Bersama di Monumen Orang Rantai
Orang rantai dan Mbah Soero
Sumber batubara ini ditemukan oleh ahli geologi Belanda, De Groet pada tahun 1858, dan pemerintah Hindia Belanda pun segera memanfaatkan tambang ini untuk mengeruk keuntungan dari wilayah jajahannya. Untuk menambang batubara di daerah ini, Belanda mendatangkan para tahanan dari berbagai wilayah Indonesia, baik yang ditahan karena melakukan tindakan kriminal, atau para pahlawan yang berjuang menentang pendudukan Belanda di tanah air. Bekas tambang batubara ini telah menjadi saksi bisu penderitaan orang-orang rantai, yaitu para tawanan yang dipaksa bekerja menambang batubara sambil dirantai agar tidak kabur. Banyak di antara mereka yang kemudian tewas karena sakit, kelaparan, atau ditembak karena membangkang.

Mbah Soero adalah seorang pesakitan yang didatangkan dari Jawa dan menjadi pemimpin orang-orang rantai ini. Beliau sangat dihormati dan dipercaya memiliki kesaktian yang digunakan untuk membela rakyat termasuk orang-orang rantai. Sementara itu istri Mbah Soero adalah dukun beranak yang yang juga disegani masyarakat. Tidak diketahui dari mana asal-usul Mbah Soero sebenarnya, setelah wafatnya, tokoh masyarakat ini kemudian dimakamkan di pemakaman orang rantai di Tanjung Sari  Sawahlunto.

Masuk lubang mbah soero
Masuk Lokasi Lobang Mbah Soero
Wanita haid dilarang masuk Lubang  Mbah Soero
Tiket masuk ke obyek wisata Lubang  Mbah Soero ini relatif ekonomis, yaitu 7500 rupiah saja. Uniknya, pengelola tempat wisata ini mengeluarkan peraturan larangan masuk bagi wanita yang sedang datang bulan. Tidak diketahui apa penyebab adanya larangan ini, mungkin karena banyak ditemukan kerangka manusia saat obyek wisata ini dibangun, sehingga masyarakat harus menghormati tempat ini. Untuk menyusuri lubang ini Anda membutuhkan waktu 25 menit dan ujung lubang ini berada di seberang jalan dari pintu masuk.
Nah, menarik sekali bukan? Jadi jangan lupa untuk mengunjungi obyek wisata sejarah Lubang Mbah Soero ini jika Anda singgah di Sumatera Barat. By.Rusdi Chaprian

GALERI PHOTO

GALERI PHOTO KONSUMEN KAMI
 
Copyright © 2015 - 2017 Pelangi Holiday Travel Services. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.