Objek wisata Kota tua kampung Cina Padang

Objek wisata Kota tua/kampung Cina adalah destinasi wisata yang cocok bagi Anda yang menyukai wisata budaya di Kota Padang.


Jejak peninggalan kebudayaan Belanda dan Cina di Kota Padang

Bagi Anda para penggemar wisata budaya, berarti kawasan Kota tua/kampung Cina di Kota Padang adalah tempat wisata yang sesuai bagi Anda, karena di lokasi ini Anda dapat menyaksikan bangunan-bangunan tua bekas peninggalan Belanda sekaligus kelenteng kuno Shie Hin Kiong yang dibangun pada abad ke 19. Berjalan-jalan di sepanjang kawasan ini kita seolah-olah kembali ke masa lalu saat pemerintah Belanda masih menjajah tanah air dan menguasai kota-kota di Sumatera Barat yaitu Bukittinggi dan Padang.

Letak Kota tua/kampung Cina

Lokasi wisata ini terletak di tepi Sungai Batang Arau, yaitu sungai yang mengalir di Kota Padang dan bermuara di dekat lereng Gunung Padang. Anda membutuhkan waktu tempuh sekitar 10 menit dengan berkendara untuk menuju destinasi wisata yang letaknya 2 km dari pusat kota ini. Selain melihat-lihat kota tua dan kelenteng di kampung Cina, di tempat ini Anda juga bisa menyaksikan jembatan Sitti Nurbaya yang namanya diambil dari karya sastra fenomenal Marah Roesli.

Jejak peninggalan Belanda

Sungai batang arau padang
Kota Tua ini dahulu adalah daerah yang menjadi titik perdagangan internasional di tanah air setelah Selat Malaka semakin jarang dilalui karena rawan serangan bajak laut. Jalur perdagangan baru ini membuat Kota Tua yang dulu bernama Muara Aro ini menjadi semakin ramai sehingga Belanda membangun banyak gudang untuk menyimpan barang-barang dagangan dan rumah-rumah peristirahatan. Jika berjalan melintasi tepi Sungai Batang Arau Anda dapat menyaksikan sekitar 20-an bangunan kuno dengan arsitektur khas Belanda yang sebagian masih difungsikan sebagai kantor dan sebagian lainnya dibiarkan begitu saja.

Kelenteng Shie Hin Kiong

Kelenteng klasik ini dibangun pada abad ke-19 sebagai tempat ibadah bagi orang-orang Tiongkok yang datang ke Indonesia untuk berdagang. Hal ini membuktikan bahwa para  pendatang pada masa itu bukan hanya orang-orang Eropa tetapi juga para pedagang dari Cina. Kelenteng ini masih terpelihara dengan baik dan masih difungsikan sebagaimana mestinya yaitu sebagai tempat ibadah bagi para pemeluk ajaran Taoisme yang tinggal di sekitar kampung Cina .

Jika telah puas berkeliling Kota tua/kampung Cina, tunggulah senja menjelang untuk menyaksikan keindahan matahari terbenam dan lanjutkan wisata Anda dengan wisata kuliner karena di sekitar jembatan Siti Nurbaya akan segera dipenuhi dengan pedagang makanan khas Sumatera Barat. Di sana Anda dapat mencicipi sate Padang, soto Padang, dan berbagai kuliner khas lainnya. Artikel By.Rusdi Chaprian 

GALERI PHOTO

GALERI PHOTO KONSUMEN KAMI
 
Copyright © 2015 - 2017 Pelangi Holiday Travel Services. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.