Welcome To Pelangi Holiday Travel

Kami adalah travel agency/biro perjalanan wisata yang berdomisili di Kota Padang dengan izin resmi PT.Pelangi Sumbarindo Wisata, adapun kegiatan perusahaan kami yaitu khusus melayani penjualan paket tour ,hotel voucher dan rental mobil di Padang Sumatera Barat, sebagai biro perjalanan wisata terbaik dan terpercaya serta berkomitmen pada visi dan misi perusahaan kami juga mengulas informasi tentang pariwisata Sumatera Barat secara lengkap terupdate, dari segala bidang baik wisata alam, wisata budaya,sejarah dan kuliner serta untuk kelengkapan informasi kami juga melampirkan ragam berita destinasi wisata,event wisata dari seluruh kota dan kabupaten se Sumatera Barat.

PELANGI HOLIDAY TRAVEL SERVICES - COMMITTED TO EXCELLENT SERIVICES

Sejarah Pacu Itiak di Payakumbuh

Pacu Itiak di Payakumbuh
Pacu Itiak di Payakumbuh adalah tradisi lomba itik terbang yang menarik para wisatawan. Itik yang dilombakan harus memenuhi persyaratan tertentu.

Pacu Itiak di Payakumbuh

Satu lagi hal yang menarik dari daerah Sumatera barat selain Pacu Jawinya yaitu Pacu Itiak di Payakumbuh. Di payakumbuh itik tidak hanya disajikan untuk hidangan kuliner, namun itik juga dilatih untuk balapan di lintasan.

Sejarah dan persyaratan Pacu Itiak di Payakumbuh
Tradisi Pacu Itiak di Payakumbuh mulai ada sejak tahun 1028. Saat itu para petani di Aur Kuning, Payakumbuh, Kanagarian dan Sicincin menghalau itik yang memakan tanaman padinya. Itik-itik yang dihalau akan terbang ke dataran sawah yang lebih rendah di bawahnya. Itik-itik terbang ini menjadi hiburan tersendiri bagi para petani, lalu diadakan lomba itik terbang.

Saat Pacu Itiak, itik dipegang oleh pemilik itik dan itik kemudian dilemparkan ke udara sehingga itik akan terbang ke udara dan terbang menuju garis finish. Seminggu sebelum itik dilombakan, itik-itik ini dikurung dan hanya diberi makan padi dan telur. Itik-itik ini setiap petang selalu diajari terbang.

Itik-itik yang ikut perlombaan merupakan itik yang sudah terlatih dan mampu terbang hingga sejauh 2 kilometer. Terdapat tiga tingkatan jarak yang dilombakan, yaitu jarak 800 meter, 1600 meter dan 2000 meter. Pemenang ditentukan berdasarkan itik yang terbang lurus dan tercepat mencapai garis finish. Itik yang dilombakan berusia antara empat hingga enam bulan. Itik ini memiliki kesamaan warna pada paruh dan kaki, leher yang pendek, sayap lurus yang mengarah ke atas, jumlah gigi yang ganjil dan ujung kaki yang bersisik kecil. Harga seekor itik pacuan antara seratus ribu hingga satu juta rupiah.

Pacu Itiak mendapat perhatian dari pemerintah
Ajang Pacu Itiak di Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota ini telah mendapat perhatian khusus dari Dinas Pariwisata Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota dengan menggelontorkan sejumlah dana untuk Persatuan Olahraga Terbang Itik. Perlombaan ini digelar di sebelas gelanggang yang berbeda di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Gelanggang tersebut antara lain Aua Kuning, Tigo Balai, Padang Cubadak, Tunggul Kubang, Padang Alai dan Body Aia Tabik.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati Pacu Itiak di Payakumbuh, segera agendakan kunjungan wisata ke Payakumbuh di akhir tahun. Acara ini digelar di Bulan Desember di tiap tahunnya. By Rusdi Chaprian
READ MORE - Sejarah Pacu Itiak di Payakumbuh

Miniatur Mekah Mini di Lubuk Minturun Padang

Miniatur Mekah mini di Lubuk Minturun Padang merupakan replika mini Kota Mekah sebagai tujuan haji. Tempat ini digunakan untuk manasik haji dan wisatawan umum

Miniatur Mekah Mini di Lubuk Minturun Padang

Padang menyuguhkan berbagai tempat wisata seperti wisata sejarah, wisata alam, wisata pantai dan wisata edukatif. Banyak wisatawan yang belum mengetahui Padang menyimpan pesona wisata Islami yang mirip dengan tujuan haji yaitu Kota Mekah. Masyarakat mengenalnya sebagai Miniatur Mekah mini di Lubuk Minturun Padang. Pembangunan Miniatur Mekah dimulai pada 13 Desember 2000 dan rampung pada 8 September 2001.

Penyajian lengkap minatur tempat rukun haji
Sesuai namanya, miniatur mini Mekah, maka ukurannya tidak seluas dan sebesar tanah suci Mekah. Di pintu gerbang masuk ke lokasi ini terdapat tugu Alquran raksasa seperti yang ada di Kota Mekah hanya ukurannya lebih kecil. Di depan lokasi terdapat prasasti yang menyebutkan pendiri tempat ini. Masuk ke dalam bangunan berbelok ke sebelah kiri terdapat Masjid Nurzikrillah dengan miniatur Ka’bah di dalamnya. Masjid ini selain digunakan untuk beribadah juga digunakan untuk manasik haji. Masjid Nurzikrullah dibuka hanya pada waktu shalat.

Masuk ke dalam lokasi yang lebih dalam lagi terdapat batu-batu besar dengan tulisan nama-nama tempat di Kota Mekah. Di tengah-tengah Miniatur Mekah mini di Lubuk Minturun Padang ini terdapat jembatan dengan tiga tugu di atasnya. Ini menyimbolkan tempat umat Islam melempar jumroh. Di samping jembatan terdapat sebuah terowongan yang melambangkan terowongan Mina. Di lokasi ini juga terdapat miniatur bukit Safa dan Bukit Marwah yang merupakan tempat yang dikunjungi dalam rangkaian ibadah haji.

Daya tarik wisata rohani, alam dan edukasi
Miniatur Mekah mini di Lubuk Minturun Padang bisa didatangi oleh masyarakat umum yang ingin berwisata. Di tempat ini wisatawan bisa mengetahui tempat-tempat yang harus dikunjungi umat Islam saat menunaikan ibadah haji. Lokasi ini juga menyajikan pemandangan alam yang cukup indah dengan hamparan bukit nan hijau dan rumput taman sebagai latar belakangnya. Berbagai koleksi satwa seperti unta, ular pyton, dan ikan besar juga dipelihara di tempat ini.

Miniatur Mekah mini di Lubuk Minturun Padang dapat menjadi tempat tujuan wisata di Kota Padang. Sentuhan wisata rohani, wisata alam dan wisata edukasi bisa didapatkan di satu lokasi ini. By Rusdi Chaprian
READ MORE - Miniatur Mekah Mini di Lubuk Minturun Padang

Wisata ke Kalenteng Hien Kiong Padang

Wisata ke Kalenteng Hien Kiong  Padang
Hien Kiong adalah Kalenteng Padang dengan arsitektur indah yang ramai saat perayaan imlek dan layak untuk dikunjungi untuk tujuan wisata 

Wisata Pecinan di Kalenteng Padang

Padang ditinggali oleh masyarakat Minang dan berbagai suku pendatang. Salah satu pendatang yang bermukim di Kota Padang berasal dari etnis Thiong Hoa. Etnis Thiong Hoa bermigrasi pada tahun 70-an. Mereka bermukim di kampung pecinan yang ada di Pondok Pecinan. Saat menjelang  Tahun Baru Imlek, etnis Thing Hoa merayakan tahun barunya dengan sangat meriah di kelenteng See Hin Kiong. See Hien Kiong adalah sebuah Kalenteng Padang yang didirikan pada tahun 1905.

Sajian imlek khas kalenteng Padang
Wisatawan domestik dan luar negeri yang datang dapat menyaksikan sajian Barongsai. Selain itu para wisatwan juga dapat mengabadikan foto kalenteng Padang ini. Alunan khas musik mandarin dari pengeras suara menambah ramai suasana. Semakin malam biasanya jumlah pengunjung yang datang semakin banyak. Acara imlek juga ditambah meriah dengan pembagian sejumlah angpao. Masyarakat etnis Thiong Hoa menjelang pergantian tahun mengadakan sembahyang di kelenteng.  Wisatawan yang datang boleh mengabadikan momen-momen ini.

Kalenteng See Hien Kiong Padang terdapat di kota tua, tepatnya di Jl. Kelenteng No 321 Padang. Bangunan ini pernah mengalami kerusakan berat saat terjadi gempa Padang pada 30 September 2009 namun kini telah direnovasi. Bangunan See Hien Kiong memiliki dua bangunan penting, yaitu bangunan depan dan bangunan belakang. Di depan kelenteng ada sebuah kolam yang pada permukaannya terdapat bunga terartai. Di atas kolam terdapat sebuah hiolo dengan dua hiasan naga. Hiolo ini terbuat dari tembaga.

Arsitektur kelenteng See Hien Kiong
Di dalam kalenteng padang terdapat 3 patung yang berdiri di altar. Ketiga patung tersebut antara lain patung Koean Im Hoe Tjo, Sam Pai Tjo Soe dan Mak Tjo Po. Di Kalenteng Padang terdapat juga altar bagi para pengikut Tao dengan adanya patung Lao tze. Patung Lao Tze yang di altar tengah membawa kipas yang bergambar siombol Taiji. Ubin, tiang, hiasan dan ukiran bangunan didatangkan langsung dari daratan Cina.

Deretan di jalan kelenteng dan jalan niaga penuh dengan pemukiman etnis Thiong Hoa. Warga keturunan Thiong Hoa juga bermukim di Padang dan hidup membaur dengan masayrakat Minang. By Rusdi Chaprian
READ MORE - Wisata ke Kalenteng Hien Kiong Padang

Keunikan Alat Musik Talempong Batu Talang Anau

Keunikan Alat Musik Talempong Batu Talang Anau
Talempong Batu Talang Anau adalah alat musik tradisional yang juga menyajikan kisah legendaries dan mitos di kalangan masyarakat lokal Sumatra Barat.

Talempong Batu Talang Anau Payakumbuh

Sumatra Barat memang terkenal sebagai salah satu kebudayaan yang jelas bisa membuat para wisatawan baik luar negeri atau manca Negara dan juga wisatawan domestik akan tertarik untuk mengunjungi propinsi Sumatra Barat. Salah satu seni kebudayaan dan juga obyek wisata yang menarik untuk dinikmati Talempong Batu Palang Anau di Payakumbuh. Talempong merupakan alat musik tradisional yang terbuat dari bahan logam kuningan yang berbentuk seperti sebuah gong. Alat musik tradisional tersebut digunakan untuk mengiringi para penari dan juga kesenian randai dan juga mengarak pengantin.

Keunikan Telampong Batu Talang Anau di Payakumbuh
Keunikan dari Talempong Batu Talang Anau yang terdapat di Payakumbuh ini adalah bahan yang digunakan. Jika biasanya alat music Talempong menggunakan bahan logam kuningan, maka di di Talang Anau, Payakumbuh, talempong dibuat dari batu alam yang didapat dari batu gunung di sekitarnya. Yang menarik adalah bunyi yang dihasilkan oleh Talempong dari batu ini sama persis dengan bunyi yang dihasilkan oleh Talempong dari bahan logam kuningan. Bentuk dari alat music sendiri tidak sama. Talempong ini memiliki bentuk tidak beraturan seperti halnya sebuah batu alam atau batu gunung pada umumnya.

Kisah Unik Talempong di Payakumbuh
Ketika para wisatawan mengunjungi Payakkmbuh untuk melihat dan menyaksikan Talempong Batu Talang Anau ini, pasti akan disuguhi kisah unik dan juga legenda penemuan alat musik tradisional dari batu ini. Dikabarkan batu gunung ini dibawa oleh Syamsudin yang mendapat wangsit  untuk membawa batu ini ke tempatnya sekarang. Ia meminta kepada masyarakat Payakumbuh untuk meminta ijin jika ingin membunyikan alat music tersebut.

Dengan kemenyan putih, alat music ini bisa mengeluarkan suara seperti Talempong dari kuningan. Alat music ini juga bisa menjadi sinyal bahaya dengan mengeluarkan suara menderum, menggelegar dan juga beberapa suara yang cukup aneh untuk memberitahu kepada para masyarakat untuk waspada dan juga ekstra hati-hati dengan ancaman bahaya yang sedang menanti. Benar atau tidaknya kisah tersebut, kehadiran telempong dari bahan baku yang unik ini telah memperkaya seni dan kebudayaan negeri kita.By Rusdi Chaprian
READ MORE - Keunikan Alat Musik Talempong Batu Talang Anau

Koto Baru Star Pendakian Gunung Merapi

Koto Baru Star Pendakian Gunung Merapi
Pendakian di Gunung Marapi melewati hutan pinus, vegetasi hutan dan bebatuan vulkanik. Dari puncak akan terlihat gunung dan danau yang ada di sekitarnya.

Indahnya Puncak Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar

Gunung Marapi merupakan salah satu dari barisan gunung berapi aktif dengan ketinggian 2891 mdpl. Letak Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar Sumatera Barat. Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar dapat ditempuh dari Padang selama 1,5 jam perjalanan. Cukup membayar Rp 15.000 hingga Rp 35.000 pendaki dapat menuju Koto Baru, yaitu titik awal jalur pendakian. Ada beberapa alternatif jalur pendakian, namun biasanya para pendaki lebih memilih Koto Baru sebagai start pendakian. Dari Koto Baru para pendaki bisa melanjutkan dengan berjalan kaki atau menumpang truk sayur menuju ke pos pendakian.

Pendakian ke Puncak Marapi
Jika berjalan dari Koto Baru ke Pos Pendakian, pendaki akan disuguhi pemandangan tanaman sayur mayur di kiri dan kanan jalan. Di perjalanan ini pula pendaki dapat melihat pemandangan Gunung Singgalang yang bersebelahan dengan Gunung Marapi. Di pos pendakian pendaki harus membayar biaya masuk Rp 5000. Setelah membayar, perjalanan kemudian dilanjutkan ke pos pemantau sembari mengisi air untuk bekal pendakian.

Dari pos pemantau pendaki lalu berjalan menyusuri hutan pinus. Setelah hutan pinus habis, maka pemandangan berganti dengan vegetasi primer dan sekunder khas hutan tropis. Selama perjalanan banyak lahan datar yang berpetak-petak untuk mendirikan tenda bagi para pendaki. Setelah melewati vegetasi hutan tropis, selanjutnya perjalanan menunju puncak Marapi didominasi oleh bebatuan, kerikil dan pasir vulkanik yang sangat labil bila diinjak. Pendaki harus lebih berhati-hati. Berikutnya pendaki akan sampai di kawah mati yang berupa dataran luas dan terbuka. Di tempat ini terdapat Tugu Abel.

Dari Tugu Abel ke Puncak Marapi membutuhkan waktu pendakian sekitar 15 menit. Setelah sampai di puncak, pemandangan indah pun akan terlihat. Di puncak Gunung Marapi pendaki bisa melihat beberapa kawah yang masih mengepulkan asap putih. Selain itu rerimbunan edelweis dibalik pepohonan menjadi penghias pemandangan. Jika cuaca sedang cerah, akan terlihat Gunung Kerinci, Gunung Singgalang, Danau Maninjau dan Kota Bukittinggi. Ini disebabkan letak strategis Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar. Indahnya pemandangan dari atas Puncak Marapi sangat mengagumkan. Gunung ini bisa menjadi tujuan pendakian dan aman untuk pendaki pemula. By Rusdi Chaprian
READ MORE - Koto Baru Star Pendakian Gunung Merapi

Jembatan Limpapeh Tempat Wisata Bukittinggi

Tempat Wisata Jembatan Limpapeh Bukittinggi
Jembatan Limpapeh Bukittinggi adalah tempat tujuan wisata di Bukittinggi. Dari atas jembatan wisatawan bisa menikmati kesejukan dan keindahan alam dan pesona Bukittinggi

Menikmati Keindahan Kota dari Jembatan Limpapeh Bukittinggi

Bukittinggi adalah kota kelahiran Bung Hatta, seorang pahlawan proklamator Indonesia. Bukittinggi menghadirkan pesona sejuta alamnya, baik keindahan maupun kesejukan.  Mengunjungi kota ini tak lengkap bila tidak menikmati Jam Gadang atau menyusuri Gua Jepang. Namun ada satu lagi cara menikmati dan melihat keindahan Kota Bukittingi dari tempat dengan ketinggian di tengah kota, yaitu dengan melintasi Jembatan Limpapeh Bukittingi.

Profil Jembatan Limpapeh Bukittinggi
Jembatan  Limpapeh Bukittinggi tepat membentang di atas jalan Ahmad Yani, tak jauh dari Jam Gadang. Jembatan yang didirikan pada tahun 1996 ini merupakan penghubung antara Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan dengan kawasan Benteng Fort de Kock. Jembatan memiliki panjang 90 meter dengan lebar kurang lebih 3 meter. Jembatan ini didominasi warna merah dan kuning khas Ranah Minang dengan bangunan berarsitektur Minang dengan model Rumah Gadang-nya. Pada jembatan juga terdapat ukiran-ukiran khas Minangkabau.

Pemandangan khas Bukittinggi dari atas jembatan
Jika pengunjung melintasi  Jembatan Limpapeh Bukittinggi, maka pengunjung dapat melihat pemadangan kota Bukittinggi yang indah ditambah dengan udara yang sangat sejuk. Hamparan rumah, toko serta mobil-mobil yang melintas tetap enak dipandang dengan latar belakang Gunung Marapi serta perbukitan yang hijau. Di kejauhan juga ada Jam Gadang yang tampak menyembul di antara atap rumah-rumah penduduk dan toko-toko.Hati-hati bagi yang ingin mengambil gambar dengan kamera di lokasi ini. Karena Monyet-monyet dari Taman Margasatwa kerap melintas dan bisa saja merebut kamera yang tengah dibawa.

Akses ke Jembatan Limpapeh Bukittinggi
Pengunjung yang ingin melintasi Jembatan Limpapeh Bukittinggi bisa masuk melalui Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan dengan biaya masuk delapan ribu rupiah perorang. Sempatkan dahulu untuk melihat aneka satwa yang ada di taman margasatwa seperti gajah, unta, rusa, kangguru dan lain-lain. Opsi lainnya wisatawan bisa masuk melalui Benteng Fort de Kock dari sisi yang satunya. Saat liburan, jembatan ini dipenuhi oleh para wisatawan yang melintas dan ingin berfoto-foto. Jangan lupa, luangkan waktu sejenak untuk melihat kota Bukittinggi dari Jembatan Limpapeh Bukittinggi. “By Rusdi Chaprian”
READ MORE - Jembatan Limpapeh Tempat Wisata Bukittinggi

Museum Adityawarman-Wisata Edukasi Padang

Museum Adityawarman di Kota Padang adalah salah satu tujuan wisata edukatif. Museum ini menyuguhkan rangkuman sosial, budaya dan adat di Ranah Minang

Museum Adityawarman di Kota Padang Tujuan Wisata Edukatif

Para traveller atau wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Barat ada berbagai obyek wisata menarik yang dapat dikunjungi, antara lain Danau Singkarak, Danau Maninjau, Jam Gadang dan Ngarai Sianok. Bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Padang jangan lewatkan mengunjungi Museum Adityawarman di Kota Padang. Nama museum diambil dari nama raja yang pernah memimpin Minangkabau tepatnya di Kerajaan Pagaruyuang. Raja ini memimpin Ranah Minang semasa dengan Maha Patih Gajah Mada di Kerajaan Majapahit.

Masih jarang traveller yang memasukkan Museum Adityawarman di Kota Padang sebagai salah satu daftar tujuan mereka. Museum ini bersifat edukatif bagi para traveller atau wisatawan yang ingin mengetahui sosial, budaya dan adat masayarakat Sumatera Barat.

Profil Museum Adityawarman di Kota Padang
Museum Adityawarman di Kota Padang memiliki arsitektur bangunan khas Minangkabau yaitu model Rumah Gadang. Museum ini tepatnya berada di Jl. Diponegoro No 10 Padang, dekat dengan lokasi Taman Budaya Kota Padang. Museum ini didirikan di atas lahan seluas 2,6 hektar dan buka dari hari Senin sampai dengan hari Minggu mulai pukul 08.00 hingga pukul 16.00.

Wisata edukatif sarat informasi
Museum ini memiliki tampilan pemandangan luar yang hijau dan asri. Di dalam Museum Adityawarman para wisatawan akan disuguhi 5781 koleksi arkeologi, keramologika, numismatika dan heralsika, etnografika, seni rupa, teknologika, biologika, historika, geologika serta filologika.

Sistem kekerabatan Matrilineal yang menurut garis keturunan ibu dijelaskan secara gamblang di museum ini. Berbagai buku yang menceritakan tentang Ranah Minang disediakan di museum. Berbagai pakaian adat, replika makanan, peralatan perang dan peralatan dapur yang dipakai masyarakat Ranah Minang juga dipamerkan. Bagi yang traveller yang tidak sempat keliling Ranah Minang, jangan khawatir karena di museum ini didirikan replika berbagai macam bentuk Rumah Gadang dari berbagai kabupaten di Ranah Minang. Di Taman museum banyak terdapat aneka permainan tradisional anak-anak seperti seluncuran, jungkitan dan ayunan.  Museum ini sangat pas bagi wisata edukasi. Anak-anak, pelajar dan orang tua bisa menambah pengetahuannya tentang Ranah Minang bila berkunjung ke museum ini. By Rusdi Chaprian
READ MORE - Museum Adityawarman-Wisata Edukasi Padang

Waterfront Zalino-Tempat Wisata dan Restoran

Objek wisata dan restoran Waterfront Zalino
Waterfront Zalino adalah sebuah restoran dan bar yang terletak di pinggir Danau Maninjau dengan fasilitas dan infrastruktur yang memadai. 

Kegiatan Menarik di Waterfront Zalino
Salah satu tempat wisata yang menarik di Danau Maninjau untuk keluarga, khususnya anak-anak, adalah Waterfront Zalino. Di kawasan wisata ini, ada banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan. Dan tentu saja kawasan wisata tersebut masih berhubungan dengan Danau Maninjau yang memiliki pemandangan menarik dan juga menawarkan kesejukan alam yang masih asri dan hijau. Tempat wisata alam ini sangat cocok untuk dikunjungi bersama keluarga dan juga teman-teman sebaya untuk menikmati petualangan di alam bebas dengan pemandangan yang masih belum tersentuh tangan-tangan metropolitan tersebut.

Menikmati suasana Danau Maninjau
Tentu saja salah satu agenda serta kegiatan yang bisa dilakukan di Waterfront Zalino  ini adalah selain dengan menikmati hidangan kuliner khas restoran Waterfront Zalino  anda juga dapat menikmati suasana di Danau Maninjau. Para wisatawan bisa menyewa perahu atau kapal yang sudah disediakan di tempat wisata tersebut. Kapal tersebut bisa disewa dengan kapasitas sekitar 30 orang tersebut. Kapal ini akan membawa anda untuk mengelilingi seluruh Danau Maninjau.

Dengan menggunakan kapal, anda bisa melihat tiap sudut dari Danau Maninjau secara langsung, termasuk aktivitas petani tambak ikan yang ada di sekitar danau. Anda bisa melihat keindahan Danau Maninjau dari dekat. Selain menaiki kapal, para wisatawan juga bisa menyewa sepeda atau juga sepeda motor untuk mengelilingi tempat wisata Danau Maninjau. Di sini juga tersedia kolam renang untuk anak-anak anda. Restoran dan bar Waterfront Zalino juga menawarkan spot khusus untuk anda yang ingin menikmati sensasi berenang di Maninjau.

Berpetualang di hutan
Selain menikmati keindaha Danau Maninjau ini, kegiatan lain yang bisa dilakukan di Waterfront Zalino ini adalah dengan berburu babi di hutan yang terdapat di danau vulkanik tersebut. Di hutan-hutan ini banyak babi hutan yang berkeliaran. Para wisatawan akan dibimbing oleh tenaga ahli serta dibekali dengan peralatan serta ditemani oleh anjing guna melacak keberadaan babi hutan tersebut. Sembari berburu, tentu pemandangan di sekitar hutan tersebut cukup menarik untuk disimak. Jika tidak senang berburu, berpetualang di sekitar hutan tersebut bisa menjadi salah satu kegiatan yang menarik. By Rusdi Chaprian
READ MORE - Waterfront Zalino-Tempat Wisata dan Restoran

Gunung Sago Kab Lima Puluh Kota-Payakumbuh

Gunung Sago Kab Lima Puluh Kota-Payakumbuh
Gunung Sago di Kabupaten Lima Puluh Kota – Payakumbuh menyimpan banyak keindahan alam. Bagi yang berkunjung saat lebaran ada perayaan adat Bakajang

Bakajang dan Gunung Sago di Kabupaten Lima Puluh Kota – Payakumbuh

Gunung Sago di Kabupaten Lima Puluh Kota – Payakumbuh adalah gugusan gunung di pegunungan bukit barisan. Gunung Sago memiliki ketinggian 2261 meter dari permukaan laut. Gunung ini termasuk gunung api yang masih aktif dan terakhir meletus pada tahun 1600-an. Namun pada tahun 2008 terpantau aktivitas Gunung Sago oleh pusat geologi dan diperkuat oleh satelit Google.

Keindahan puncak GunungSago
Gunung Sago memiliki panorama alam yang patut untuk dikagumi. Gunung yang terletak di dua kabupaten ini dikenal juga dengan nama Gunung Malintang. Lokasi gunung ini dapat ditempuh dalam 5 jam perjalanan dari Kota Padang.

Gunung Sago memiliki danau di puncaknya yang bernama Danau Tingga. Danau ini memiliki air berwarna hijau dengan bau khas belerang. Danau ini sangat indah dan luas. Luas danau kurang lebih 1,5 km2. Danau Tingga di kelilingi oleh 3 puncak Gunung Sago.

Perayaan adat Bakajang di kaki Gunung Sago
Bagi yang ingin berwisata ke Kabupaten Lima Puluh Kota Payakumbuh sebaiknya memilih saat liburan Idul Fitri. Pada saat itu ada acara Bakajang yang digelar sekali dalam setahun. Bakajang berbentuk seperti kapal yang dibuat dari sampan berdinding triplek yang diberi lubang. Biasanya terdapat lima buah kajang dengan bentuk yang sama. Kajang tersebut diberi hiasan yang berbeda-beda. Ada juga kajang yang dihiasi dengan meriam dari bambu. Di dalam kajang tersedia ruang bagi penghulu, musik talempong dan hiasan-hiasan. Acara Bakajang digelar lima hari berturut-turut dan berlangsung secara bergilir dari satu jorong ke jorong yang lain

Substansi dari perayaan ini adalah mengunjungi penghulu yang berkedudukan di Istana. Istana yang dimaksud pada perayaan ini adalah musholla kecil yang ada di sepanjang pinggiran sungai. Acara yang digelar saat Bajakang yaitu pidato dan prosesi adat serta berbagai lomba yang berkaitan dengan air.
Bagi yang belum pernah pernah melihat Bakajang, sempatkan mampir untuk melihatnya. Selain melihat Bakajang, bisa juga mendaki Gunung Sago di Kabupaten Lima Puluh Kota Payakumbuh untuk melihat pemandangan alam di puncak gunung. By Rusdi Chaprian
READ MORE - Gunung Sago Kab Lima Puluh Kota-Payakumbuh
 
Member Asita Pelangi Holiday